Jokowi mengecamkan “Warning” PBB karena iklim yang Extreme

Pada hari Selasa yang lalu, Presiden Indonesia Joko Widodo tidak ragu untuk memberikan peringatan keras kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait dampak negatif yang sedang terjadi akibat perubahan iklim. Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB di New York, Jokowi menegaskan bahwa dunia saat ini sedang menuju ke neraka iklim yang mengerikan

Perubahan iklim memang menjadi isu yang semakin mendesak untuk ditangani. Fenomena cuaca ekstrem seperti banjir, kekeringan, badai tropis, dan kenaikan suhu global semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia. Dampak dari perubahan iklim ini bukan hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kehidupan manusia secara keseluruhan.

Jokowi menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Pulau-pulau kecil di Indonesia seperti Pulau Jawa, Bali, dan Sulawesi semakin terancam oleh naiknya permukaan air laut akibat pemanasan global. Bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami juga semakin mudah terjadi karena iklim yang tidak stabil.

Selain itu, Jokowi juga menyoroti masalah kebakaran hutan yang sering terjadi di Indonesia. Kebakaran hutan selain merusak lingkungan juga menghasilkan asap yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Hal ini juga membuat Indonesia menjadi salah satu penyumbang utama emisi gas rumah kaca di dunia.

Dalam pidatonya, Jokowi meminta PBB dan negara-negara anggotanya untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah perubahan iklim ini. Langkah-langkah konkret seperti mengurangi emisi gas rumah kaca, melindungi hutan dan lahan gambut, serta memperkuat infrastruktur adaptasi menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Sebagai negara berkembang, Indonesia juga berkomitmen untuk berperan aktif dalam upaya perlindungan lingkungan global. Jokowi menegaskan bahwa Indonesia akan terus melakukan inovasi teknologi hijau, mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, dan memperluas penggunaan energi terbarukan untuk mengurangi dampak buruk perubahan iklim.

Dengan peringatan yang keras ini, Jokowi menegaskan bahwa waktu untuk bertindak sudah sangat mendesak. Jika dunia terus mengabaikan masalah perubahan iklim, maka akan ada konsekuensi yang sangat buruk bagi kehidupan di bumi ini. Semua pihak, baik pemerintah, lembaga internasional, maupun masyarakat sipil perlu bersatu untuk melawan perubahan iklim demi menjaga keberlangsungan hidup manusia dan planet ini. Semoga peringatan dari Jokowi ini dapat menjadi cambuk bagi seluruh negara di dunia untuk segera bertindak dalam menangani masalah perubahan iklim.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top